Wednesday, September 30, 2015

"Ironi Gerakan 30 September" PKI, Soeharto, CIA, atau Siapa?



Bangga Sejarah - Sadarlah, pada hari ini fakta sejarah pernah disutradarai oleh rezim tirani tamak yang memimpin negeri ini 32 tahun. G30S/PKI (1965-2015)

Tidak ada pihak yang mengetahui pasti apa yang sebenarnya terjadi pada hari yang sangat bersejarah tersebut, terkecuali ya para pelakunya sendiri. Sayangnya saat saksi hidup peristiwa tersebut masih menghela nafas, mereka tidak berani buka mulut. Hingga saat mereka meninggalpun fakta sesungguhnya ikut terkubur bersama mereka.

Tuesday, September 29, 2015

Inilah Untung dan Rugi Kuliah di Jurusan Sejarah

Bangga sejarah - Apa pentingnya sejarah ? kalimat pertanyaan itu yang sering terlontar dari orang awam yang tidak begitu banyak mengenal sejarah. Sebagai anak Sejarah, sudah jelas adalah tugas saya untuk menjelaskan pentingnya sejarah dalam pembangunan nasional. Mungkin pertanyaan ini sudah lazim ditanyakan kepada jurusan manapun. Jika ditanyakan kepada jurusan Teknik, Ilmu Komputer, Teknologi, Kedokteran, Keperawatan, atau Ekonomi hasilnya pasti akan sangat mengagumkan.

Monday, September 28, 2015

Perhimpunan Indonesia, Keinginan Merdeka dari Daratan Belanda



Perhimpunan Indonesia didirikan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda pada tahun 1908. Mereka diantaranya adalah R.P Sosro Kartono, R.N Notosuroto, R Hoesein Djajadiningrat, Sutan Kasyayangan Saripada, Sumitro Kolopaking dan Apituley. Pada mulanya Perhimpunan Indonesia bernama Indische Vereeniging. Kegiatannya pada mulanya hanya terbatas pada penyelengaraan pertemuan sosial dan para anggota ditambah dengan sekali-sekali mengadakan pertemuan dengan orang-orang Belanda yang banyak memperhatikan Indonesia. Antara lain dari orang Belanda tersebut adalah Mr. Abenendanon, Mr. Van Deventer dan Dr. Snouck Hurgronye

Sunday, September 27, 2015

Sang Penggagas Istilah Proklamasi (Profil Singkat Iwa Koesoemasoemantri)

sumber foto : pilrek.unpad.ac.id
Iwa Koesoemasoemantri (lahir di Ciamis, 31 Mei 1899), adalah seorang politikus Indonesia. Iwa lulus dari sekolah hukum masa Hindia Belanda dan di Belanda sebelum menghabiskan waktu di sebuah sekolah di Uni Soviet. Setelah kembali ke Indonesia ia membuktikan dirinya sebagai seorang pengacara, nasionalis, kemudian seorang tokoh hak-hak pekerja. Selama dua puluh tahun pertama kemerdekaan Indonesia, Iwa memegang beberapa posisi kabinet. Setelah pensiun ia melanjutkan pengabdiannya dengan terus menulis. Pada tahun 2002 Iwa dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di sekolah yang dikelola oleh pemerintah kolonial Belanda, ia berangkat ke Bandung, di mana ia masuk di Sekolah Pegawai Pemerintah

Wednesday, September 23, 2015

Sejarah Provinsi Sumatera Barat

Dari jaman prasejarah sampai kedatangan orang Barat, sejarah Suma­tera Barat dapat dikatakan identik dengan sejarah Minangkabau. Walau­pun masyarakat Mentawai diduga te­lah ada pada masa itu, tetapi bukti-bukti tentang keberadaan mereka masih sa­ngat sedikit.
Pada periode kolonialisme Belanda, nama Suma­tera Barat muncul sebagai suatu u­nit administrasi, sosial-budaya, dan po­litik. Nama ini a­dalah terjemahan dari bahasa Belanda de Westkust van Sumatra atau Sumatra's Westkust, yaitu suatu daerah bagian pe­sisir barat pulau Sumatera.
Memasuki abad ke-20 persoalan yang dihadapi Sumatera Barat menja­di semakin kompleks. Sumatera Barat tidak lagi identik dengan

Tuesday, September 22, 2015

Saat Bung Hatta Mandi Dengan Air Seni Bung Karno



Banggasejarah - Selama masa kemerdekaan, bukan hanya peristiwa heroik, menegangkan serta peperangan saja yang terjadi. Dibalik semua kejadian yang boleh dikatakan sangat serius tersebut, terdapat beberapa peristiwa yang mungkin tidak akan terbayangkan oleh masyarakat Indonesia dan dianggap lucu.

Cerita ini dikutip dari sebuah buku berjudul “Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia “yang ditulis Cindy

Monday, September 21, 2015

Sejarah Kelam Kesultanan Mataram, Raja Amangkurat I Pembantai Ulama

ilustrasi gambar Raja Amangkurat I
Sumber foto : lokalgenius.blogspot.com
Tahta Mataram kembali mengalirkan darah pada masa Amangkurat I (1646-1676). Amangkurat I memindahkan pusat pemerintahan Mataram ke Plered dari Karta. Dia kerap terlibat perselisihan tahta, dimulai dengan saudaranya sendiri, Pangeran Alit, yang akhirnya dia bunuh untuk memuluskan jalan menaiki tahta Mataram. Namun tindakannya yang paling kejam adalah ketika dia membantai kaum ulama karena dianggap berkonspirasi dengan mendiang saudaranya untuk merebut tahta.

Dia membuat daftar para ulama beserta keluarga mereka untuk dikumpulkan, lalu dibantai di alun-alun Plered. Pembantaian ini terjadi tahun 1647. “Dan dalam waktu setengah jam, tidak kurang dari lima sampai enam ribu orang dibantai. Van Goens (utusan VOC untuk Mataram) yang waktu itu berada di Plered, melihat dengan mata sendiri mayat-mayat yang bergeletakan di jalanan,” tulis Denys Lombard dalam Nusa Jawa: Silang Budaya Jilid II.

La Pateddungi, Raja Wajo yang Gemar Setubuhi Rakyatnya?

sumber foto : diradio.net
Kerajaan Wajo adalah kerajaan orang-orang Bugis yang berdiri pada pertengahan abad ke-15 di Sulawesi Selatan.

Tiga kelompok besar di Wajo, Battempola, Talo’tenreng, dan Tua’ mengadakan pertemuan untuk memilih raja mereka, yang kemudian diberi gelar Batara Wajo. Batara Wajo I (La Tenribali) dan Batara Wajo II (La Mataesso) memerintah kerajaan dengan baik, tetapi tidak dengan Batara Wajo III, La Pateddungi (1466-1469). La Pateddungi terkenal suka melakukan perbuatan biadab. Dia senang berkeliling kerajaan dan mengambil istri dan anak perempuan rakyatnya untuk diperkosa.

Sunday, September 20, 2015

Cerita Marco Polo tentang Kaum Kanibal di Sumatera Utara


Seorang mantan kanibal dari pedalaman Sumatera Utara, 1905. sumber : historia.id
Ketika mengunjungi Nusantara pada 1292, Marco Polo, seorang penjelajah asal Venesia, Italia, sempat menyusuri pesisir Sumatera. Di tengah perjalanannya, dia terkejut karena menyaksikan adanya masyarakatyang mengkonsumsi daging manusia.

Sunday, September 13, 2015

Jejak Ibukota RI di Tengah Rimba Minangkabau



gambar dari kronosnews.com
Memprihatinkan ketika melihat kondisi bangunan peninggalan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Nagari Bidar Alam, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Tampak kondisi bangunan saksi sejarah PDRI tidak terawat. Sentuhan tangan pemerintah dari kabupaten dan provinsi sangat kurang. Padahal kalau kita runut kembali sejarah, tak dapat dipungkiri bahwa daerah ini pernah menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

Saturday, September 12, 2015

Perkembangan Pariwisata Sumatera Barat Setelah Otonomi Daerah


Selama ini, konsep sentralisasi telah mengakibatkan perkembangan pariwisata di seluruh indonesia tidak berkembang optimal. Maka, berakhirnya rezim otoriter Orde Baru, memunculkan kesadaran sekaligus tuntutan baru terhadap pemberian hak, wewenang, dan kewajiban kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri pemerintahan serta kepentingan masyarakatnya di mana pariwisata daerah dapat dipromosikan sesuai kebutuhan daeah tersebut dengan bantuan pusat.

Tuesday, September 8, 2015

Ikapilin, Ritual Potong Jari Tangan di Papua


sumber gambar : kholikdw055.blogspot.com



Ikipalin adalah ritual memotong jari yang lumrah dilakukan oleh suku Dani di Papua. Pemotongan jari dilakukan sebagai tanda berkabung ketika ada sanak saudara yang meninggal. Suku Dani percaya kalau kesialan dalam sebuah keluarga dikarenakan meninggalnya salah satu anggota keluarga dapat dihilangkan dengan cara memotong jari.

Thursday, September 3, 2015

Asal Usul Zionisme dan Latar Belakang Eksodus Bangsa Yahudi ke Palestina




sumber foto : www.rbcnc.com

*note ;
- artikel ini bersumber dari buku yang bercerita dari sudut pandang kaum Yahudi.
- merupakan artikel untuk tugas kuliah penulis dengan mata kuliah “Sejarah Timur Tengah”

Istilah Zionisme berasal dari akar kata Zion yang pada masa awal sejarah Yahudi menjadi sinonim nama Kota Yerussalem. Sedangkan dalam masa modern, istilah Zionisme muncul pada akhir abad