Thursday, September 3, 2015

Asal Usul Zionisme dan Latar Belakang Eksodus Bangsa Yahudi ke Palestina




sumber foto : www.rbcnc.com

*note ;
- artikel ini bersumber dari buku yang bercerita dari sudut pandang kaum Yahudi.
- merupakan artikel untuk tugas kuliah penulis dengan mata kuliah “Sejarah Timur Tengah”

Istilah Zionisme berasal dari akar kata Zion yang pada masa awal sejarah Yahudi menjadi sinonim nama Kota Yerussalem. Sedangkan dalam masa modern, istilah Zionisme muncul pada akhir abad
ke XIX, yang berarti gerakan dengan tujuan untuk mengembalikan bangsa Yahudi ke Erez Israel (Palestina). Gerakan zionis dimaksudkan untuk mengekspresikan orientasi politik bagi terwujudnya Erez Israel dengan melalui usaha-usaha sukarela (Philantropic). Masyarakat Yahudi mencapai transformasi nasionalisnya dengan lahirnya ideology modern yang kemudian dikenal dengan istilah Zionisme.

Adalah Alkalai yang merupakan orang biasa, ia merupakan seorang rabbi (pendeta Yahudi). Ia adalah orang yang yakin bahwa sang juru selamat akan datang dalam waktu dekat dan proses penyelamatan harus dicapai dengan tindakan manusia. Ialah yang berusaha membujuk masyarakat untuk bergabung dalam sebuah program pemukiman Bangsa Yahudi di tanah Palestina dan melengkapinya dengan symbol-simbol bangsa modern. Pada awalnya ia bersikap tradisional Yahudi dan mistik, namun kemudian ia mulai menerima unsur-unsur modern. Ia mempropagandakan ide persatuan nasional bangsa Yahudi. (tokoh lainnya : Zevi Hirsch Kalicher, Moses Hess). 

Namun, secara umum mereka bisa dikatakan tidak ada yang berhasil merealisasikan tujuannya, misalnya saja mengumpulkan bangsa Yahudi di Palestina. 

Hibbat Zion (Cinta Zion) adalah ideology dan gerakan yang bertujuan untuk mewujudkan kebangkitan nasional Bangsa Yahudi dan mendirikan negara Israel. Pada abad XIX gerakan ini berkembang pesat terutama dikalangan bangsa Yahudi di Eropa Timur (Rusia, Polandia, Rumania).masalh kebangkitan nasional Bangsa Yahudi yang terutama sekali adalah masalah emigrasi ke Palestina yang didiskusikan oleh individu yang mendapat motivasi adanya visi mesianik. Gerakan Hibbat Zion lahir ketika perkembangan yang terjadi di Eropa Timur memaksa orang-orang Yahudi beremigrasi arau dengan terpaksa meningkatkan kegiatan sosial dan politiknya. 

Zionisme modern bermula sebagai reaksi dari peristiwa dramatis dan tragis di Rusia. Tzar Alexander II dibunuh oleh kaum revolusioner yang diantaranya melibatkan seorang pemuda Yahudi. Sejak saat itu gelombang progrom terjadi dimana-mana di seluruh negeri Rusia. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pembunuhan itu didukung oleh pemerintahan Rusia.

Sebagian besar orang Yahudi yang berimgrasi antara 1920-1930an setuju bahwa tujuan mereka beremigrasi karena setuju dengan bebeapa versi Zionis dan didalamnya menemukan kemungkinan realisasi tujuan nasional dan personal. Namun unsur dominan diantara mereka yang beremigrasi ke Palestina semakin banyak yang bukan berideologi Zionis, setidaknya dalam bentuk kulturalnya yaitu Zionis Sintetis. Diantaranya disebabkan karena semakin meningkatnya sikap anti Yahudi pada situasi bahwa mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Pembantaian mengerikan yang dilakukan kaum Nazi yang terkenal dengan Holocaust, menutupi peristiwa pembantaian sekitar seratus ribu orang Yahudi di perbatasan Rusia-Polandia oleh pasukan Ukraina dan para pemberontak.Rusia 1919-1921.

Kaum Zionis tidak terlalu peduli dengan keberadaan Bangsa Arab di tanah Palestina. Organisasi Zionis didirikan pada Kongres Zionis Pertama (oleh Theodore Herzl di Basle, 1897), beranggotakan semua orang Yahudi yang membeli shekel. Shekel adalah sebuah istilah yang diambil dari bible sebagai ganti istilah iuran keanggotaan dalam organisasi zionis.

Sumber buku ;“Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Zionisme”, karya Prof Jakob Katz & Friends

*note ;
- artikel ini bersumber dari buku yang bercerita dari sudut pandang kaum Yahudi.
- merupakan artikel untuk tugas kuliah penulis dengan mata kuliah “Sejarah Timur Tengah”

No comments:

Post a Comment